Saturday, February 16, 2013

Beware of the Devil (bahasa)


Minggu Prapaskah Pertama
Februari 17, 2013
Lukas 4:1-13

“Yesus dibawa oleh Roh Kudus ke padang gurun. Di situ Ia tinggal empat puluh hari lamanya dan dicobai Iblis (Lk 4:1-2).”

Hati-Hati dengan Iblis

Secara mengejutkan kita mendengarkan 'cerita hantu' dari bacaan Injil Minggu Prapaskah Pertama ini: Yesus diganggu oleh Iblis! Namun, jauh sekedar membuat kita takut, Injil hari ini menjelaskan bahwa meskipun roh-roh jahat sungguh nyata, Yesus jauh lebih kuat dari mereka
Roh-roh jahat atau yang lebih dikenal sebagai setan bukanlah sekedar produk dari imajinasi kita. Iman kita mengatakan bahwa mereka memang sungguh ada! Credo Nicea dengan tegas menyatakan bahwa Allah adalah sang pencipta bagi yang terlihat maupun yang tak terlihat.
“Yang
tak terlihat" di sini mengacu pada para malaikat. St Thomas Aquinas, yang mendapat gelar sebagai Dokter Malaikat karena tulisan-tulisannya mengenai kodrat para malaikat, mengemukakan bahwa malaikat adalah jauh lebih unggul dari kita manusia karena mereka adalah roh murni tanpa raga. Secara luar biasa mereka melampaui akal budi dan kekuatan kita.
Sayangnya, tidak semua malaikat itu baik. St. Yohanes secara rinci menceritakan kepada kita Perang Besar di surga. Naga dan para malaikatnya memberontak terhadap Allah, namun St. Michael, Sang Malaikat Agung, dan bersama seluruh malaikat yang baik mengusir roh-roh pemberontak ini dari surga dan melempar mereka ke dunia (Wahyu 12). Sang Naga, juga disebut sebagai Setan atau Iblis, pada mulanya adalah malaikat seperti Michael, namun mereka akhirnya memutuskan untuk membelot dan memilih jalur permusuhan dengan Allah. Tapi, mengapa mereka memilih bermusuhan dengan Allah jika mereka diciptakan dalam bentuk yang hampir sempurna dan sesungguhnya bisa menikmati kebahagiaan yang kekal di surga?
Beberapa Bapa Gereja mencoba memberikan jawaban mengapa sejumlah malaikat di surga akhirnyajatuh. Alasannya tidak lain karena keangkuhan dan iri hati. Para malaikat melihat bahwa suatu hari nanti, Allah Putra akan menjadi manusia biasa dan mereka akan menjadi hamba Yesus dari Nazaret, sang manusia sederhana. Selain itu, karena kasih-Nya luar biasa, Allah akan menderita dan mati demi manusia dan bukan demi para malaikat! Ini benar-benar kebenaran yang tidak bisa diterima bagi beberapa malaikat, Apa yang ada pada manusia bahwa Allah sungguh mencintai mereka melebihi para malaikat?” Akhirnya, mereka menolak untuk menghormati keputusan Allah dan menyatakan permusuhan terhadap kemanusiaan.
Terkutuk dalam hukuman abadi, mereka bersumpah untuk menyeret umat manusia bersama-sama dengan mereka ke neraka. Karya pertama iblis yang pernah tercatat dalam Kitab Suci adalah ketika sang “ular” mengoda orang tua pertama kita untuk melanggar perintah Allah dan usahanya sungguh berhasil (Kej 3). Adam dan Hawa diusir dari surga dan kita, keturunan mereka, menderita konsekuensinya. Sejak saat itu, Setan dan para pengikutnya tidak pernah berhenti mengganggu dan mengoda pria dan wanita dari segala zaman untuk berpaling dari Allah. Mereka tahu bahwa mereka tidak akan pernah masuk kembali ke surga, tetapi untuk membawa semua manusia ke dalam kehancuran mereka adalah lebih dari cukup.
Meskipun mereka telah jatuh, secara kodrat mereka masih seorang malaikat. Dengan demikian, mereka tetap makhluk yang jauh lebih unggul dari kita manusia. Berdiri sendiri, kita tidak pernah bisa memiliki kesempatan untuk mengalahkan setan. Namun, Injil hari ini memberitahu kita bahwa kita tidak perlu khawatir karena Yesus telah mengalahkan Setan secara meyakinkan, bahkan dalam kodratnya sebagai manusia! Pada minggu pertama prapaskah ini, kita diingatkan bahwa betapa rapuhnya kita sebagai manusia dan betapa kuatnya musuh kita, namun kita tidak perlu khawatir karena pergulatan bukanlah milik kita, tetapi terutama dan akhirnya Tuhan. Kita diundang untuk mengusir Iblis dan karya-karyanya dari hidup kita dan bergerak mendekati Allah yang adalah kekuatan dan keselamatan kita. St. Paulus menguatkan kita dalam pencobaan dan berkata, “Akhirnya, hendaklah kamu kuat di dalam Tuhan, di dalam kekuatan kuasa-Nya. Kenakanlah seluruh perlengkapan senjata Allah, supaya kamu dapat bertahan melawan tipu muslihat Iblis” (Efesus 6:10-11). "
Frater Valentinus Bayuhadi Ruseno, OP

No comments:

Post a Comment