Saturday, August 16, 2014

Ujian Iman



Minggu ke-20 dalam Masa Biasa
17 Agustus 2014
Matius 15:21-28

“Hai ibu, besar imanmu, maka jadilah kepadamu seperti yang kaukehendaki (Mat 15:28).”

Ada kalanya saat nama kita berkaitan dengan hewan mungkin terdengar keren dan membanggakan. Kita adalah garuda-garuda muda Indonesia,” Mahasiswa-mahasiswa muda Indonesia dengan bangga menyebut diri mereka. Tidak hanya mahasiswa dan pelajar, banyak dari kita ingin mengembalikan kejayaan masa lalu dan menyebut Indonesia sebagai macan asia. Namun, mengasosiasikan diri dengan hewan juga bisa berarti negatif. Kadang-kadang, disebut sebagai hewan membuat telinga kita terbakar. Seseorang bisa mengamuk setelah ia sebuat sebagai babi liar. Karikatur yang biasa kita lihat di Koran atau majalah untuk mengambarkan koruptor adalah tikus atau buaya.
Membaca Injil hari ini, kita menemukan Yesus mengkaitkan perempuan Kanaan dengan hewan anjing. Jelas di sini, untuk disamakan dengan anjing bukanlah sesuatu yang menggembirakan. Hal ini agak menghina dan bahkan merendahkan di dalam telinga. Hal ini bisa saja jauh lebih manusiawi jika Yesus memanggil dia sebagai chiwawa atau pudel! Melihat totalitas teks Injil hari ini, Yesus setidaknya melakukan tiga hal yang tidak biasa. Pertama, Dia mendiamkan perempuan yang menangis dalam kesulitan. Kedua, Dia menolak untuk membantu sang perempuan karena dia bukan orang Israel. Terakhir, Dia membandingkan orang-orang Yahudi dengan anak-anak dari tuan rumah sedangkan sang perempuan dengan anjing yang menunggu di bawah meja. Ini menjadi sebuah pertanyaan besar bagi kita semua: jika Yesus penuh belas kasih, lalu kenapa Dia menolak untuk memenuhi permohonan sang perempuan tersebut? Mengapa Yesus memperlakukan perempuan ini dengan cara yang tidak seharusnya?
Jawabannya mungkin sulit untuk dipahami, tapi pengalaman sang perempuan Kanaan ini adalah pengalaman kita juga. Pada saat tantangan besar datang dalam hidup kita, kita merasa bahwa Allah begitu diam meskipun upaya kita untuk memohon bantuan dan rahmat-Nya. Kadang-kadang, permohonan kita ditolak. Kita berdoa untuk mendapat promosi di tempat kerja, tapi kemudian bos kita mengatakan bahwa hal itu tidak akan menjadi milik kita dalam waktu dekat. Kadang-kadang, kita juga disakiti dan dicela atas upaya yang baik dan jujur di dalam usaha dan kerja kita. Seorang ayah menjual seluruh miliknya untuk menyelamatkan putrinya dari kanker tulang, namun semuanya hangus ketika sang putri meninggal. Hidup bisa sangat hancur dalam keheningan Allah.
Kita kemudian bertanya mengapa Tuhan melakukan ini kepada kita? Sebuah petunjuk dapat ditemukan pada jawaban Yesus terhadap sang perempuan, Besar imanmu! Yesus mengizinkan hal-hal yang tidak begitu baik terjadi di dalam hidup sang perempuan sebagai ujian iman dan iman pun dapat tumbuh lebih besar. Sungguh, sang perempuan tidak menyerah dan akhirnya menang. Kita diminta untuk berpegang teguh pada iman kita meskipun Dia terkesan diam. Mari kita ingat Ayub, hamba Allah yang kudus. Dia bahkan sangat menderita dan dihina oleh teman-temannya. Namun, dia tidak pernah meninggalkan imannya kepada Allah. Mari kita membuat perempuan Kanaan sebagai model kita dalam ketahanan dan ketekunan dalam iman. Masa-masa kelam kehidupan terjadi bukan tanpa alasan. Dalam iman, kita percaya bahwa Allah memiliki alasan yang baik untuk kita semua.

Selamat HUT Republik Indonesia!
Frater Valentinus Bayuhadi Ruseno, OP

No comments:

Post a Comment