Friday, October 10, 2014

Kamu Diundang



Hari Minggu Biasa ke-28
12 Oktober 2014
Matius 22:1-14

Perjamuan kawin telah tersedia, tetapi orang-orang yang diundang tadi tidak layak untuk itu (Mat 22:8).

Biasanya, kita suka menerima undangan untuk menghadiri sebuah perayaan seperti halnya pesta ulang tahun, pernikahan, wisuda, pesta Natal, pertemuan keluarga, malam mingguan bersama teman-teman atau despedida (perpisahan). Dari lahir sampai mati, kita terbiasa menandai peristiwa-peristiwa penting dalam perjalanan hidup kita dengan sebuah perayaan.
Tetapi, adakalanya kita tidak bisa menghadiri undangan sebuah perayaan. Mungkin kita sudah memiliki komitmen sebelumnya atau karena kita sakit. Tentu, ini bisa dimengerti, tetapi,  ada saatnya alasan ketidakhadiran ini tidak masuk akal. Perumpamaan pada Injil hari ini memberi kita contoh. Seorang raja mempersiapkan perjamuan dan mengundang rakyatnya. Itu adalah pernikahan megah tentunya. Mereka menjadi tamu kehormatan dan dan tentunya perlakuan VIP sudah siap untuk menyambut mereka. Sayangnya, karena alasan yang tidak begitu jelas, orang-orang yang terundang ini memilih untuk tidak datang dan melakukan bisnis mereka seperti biasa. Beberapa bahkan melakukan kekerasan terhadap utusan Raja.
Sikap orang-orang ini tidak masuk akal, tapi tidak berarti bahwa hal ini tidak nyata dan sekedar imajinatif. Anehnya, ada kalanya, kita bertindak seperti tamu-tamu undangan ini. Seorang teman dari Filipina  menceritakan bahwa dia merasa kesulitan dalam memilih pekerjaan. Ia ditawari sebuah pekerjaan yang jauh lebih baik, dengan gaji yang lebih besar, rekan kerja yang ramah, dan jalur karir memikat. Dia juga mengakui bahwa perusahaan saat ini tidak bisa lagi memberinya upah yang lebih tinggi, apalagi posisi dan pertumbuhan pribadi. Namun, meskipun fakta-fakta yang jelas, dia tidak bisa mengambil keputusan. Dia menjelaskan lebih jauh alasan bahwa ia sudah lebih nyaman dengan dunianya serta takut dengan tantangan yang tak terduga. Alasan mungkin tidak logis, tetapi nyata.
Selain ‘comfort zone’ kita dan ketakutan, John Maxwell dalam bukunya The Difference Maker, mengidentifikasi dua masalah  besar yang menghambat pertumbuhan kita. Tentunya ada hal-hal lain selain dari ‘comfort zone ‘ dan ketakutan yang berperan sebagai penghambat, tapi semua ini adalah patogen psikologis karena mereka berada di dalam kita dan mempengaruhi perilaku kita. Hal-hal ini melumpuhkan kita untuk mengambil resiko, untuk mengalami pertumbuhan dan untuk merayakan kehidupan.
Yesus mengundang kita untuk memasuki Kerajaan Allah. Ini adalah di mana kebaikan, kebenaran dan kehidupan dirayakan. Tapi tidak seperti pesta-pesta duniawi, Kerajaan Allah tidak memberi kita kepuasan instan. Seringkali, Kerajaan Allah menantang kita untuk mengambil risiko dan berdiri teguh dalam pencobaan dan penganiayaan. Karena tantangan dan kesulitan ini, patogen psikologis mulai merayap masuk dan meracuni keberanian kita untuk memasuki Kerajaan Allah.
Setiap kali badai typhoon menghantam Manila, Gereja Santo Domingo menjadi pusat mengungsian dan lebih dari dua ribu orang berlindung di Gereja kami. Beberapa keluhan seperti “mengapa kami harus membuka pintu untuk masyarakat miskin ini?”, Bukankah ini pekerjaan pemerintah?”, Aku lelah.” datang dan menggangu pikiran saya. Untungnya, para frater yang lain bergerak dengan cepat dan memberikan yang terbaik dalam membantu. Sayapun tersadarkan bahwa ini adalah undangan bagi saya untuk memasuki Kerajaan Allah. Saya pun diberdayakan kembali untuk turun tangan dan bekerja keras. Kamipun menerima semua orang, miskin, tunawisma dan orang sakit. Kami mengeluarkan semua sumber daya yang ada untuk memberi penampungan yang layak dan menyediakan makanan sederhana namun sehat. Hal ini sangat melelahkan, namun kami semua sadar bahwa Gereja Santo Domingo telah menjadi sebuah Kerajaan Allah kecil di tengah-tengah kami.

Undangan Kerajaan Allah dapat datang kapan saja dan di mana saja. Sekarang pilihan kita untuk menerima dan datang.
 


Frater Valentinus Bayuhadi Ruseno, OP

No comments:

Post a Comment